Jumat menjadi hari yang tepat untuk menuntut ilmu. Selain keberkahannya, waktunya pun terasa mendukung. Di lingkungan TK Persis Tarogong Garut, setiap Jumat pagi digelar kajian rutin yang kini terbuka untuk umum. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan jam sekolah, sehingga memudahkan orang tua maupun warga sekitar untuk ikut hadir.
Pagi itu saya datang hampir puk 09.00 bersama si bungsu yang sempat melewati drama sebelum berangkat. Meski terlambat, ia tetap mengikuti arahan Ibu Guru begitu sampai di kelas. Suasana di pelataran sekolah agak tenang karena anak-anak telah berada di kelas masing-masing.
Setelah memastikan si bungsu duduk rapi sambil mendekap buku iqra, saya melipir ke halaman belakang menuju aula serbaguna. Di sanalah kajian rutin Jumat biasa dilaksanakan. Kegiatan yang awalnya diperuntukkan bagi wali murid ini kini dibuka lebih luas, meski belum banyak warga luar yang mengetahui keberadaannya.
Kajian Rutin di TK Persis Tarogong
Waktu dan Tempat
Kegiatan berlangsung di gedung serbaguna TK Persis Tarogong yang berada di lantai bawah Masjid Ihyaul Islam. Akses masuk umumnya melalui pintu belakang, sehingga peserta dapat langsung menuju area aula tanpa mengganggu aktivitas belajar di ruang kelas.
Narasumber
Kajian rutin ini menghadirkan beragam tema keagamaan dengan narasumber yang mayoritas berasal dari internal Pesantren Persis Tarogong. Untuk topik tertentu, seperti parenting, panitia juga sesekali mengundang pemateri dari luar.
Sementara itu, sesi khusus kesehatan menghadirkan tenaga profesional di bidangnya. Pada salah satu pertemuan yang saya hadiri, misalnya, materi tentang bahaya kanker serviks disampaikan langsung oleh seorang dokter yang memberikan edukasi secara menyeluruh kepada peserta.
Materi
Memasuki Februari 2026, suasana persiapan Ramadan mulai terasa. Sejumlah pertemuan kajian rutin pun mengangkat tema seputar ibadah puasa sebagai bekal menjelang bulan suci.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, kajian mengangkat tema Tata Cara dan Hukum Mengqada serta Memahami Pembayaran Fidyah di Bulan Ramadan. Materi disampaikan oleh Ustaz Yasir Ismail, salah satu pengajar di lingkungan Pesantren Persis Tarogong.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa mukalaf (orang yang telah terbebani kewajiban syariat) yang tidak melaksanakan saum terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni mereka yang diharamkan berpuasa dan mereka yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan ketentuan tertentu.
Perempuan yang sedang haid dan nifas termasuk golongan yang diharamkan berpuasa, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari. Sementara itu, orang yang sakit atau dalam perjalanan diperbolehkan tidak berpuasa dan menggantinya di hari lain, sesuai dengan ketentuan dalam Al-Qur'an.
Ustaz Yasir juga memaparkan perbedaan kondisi orang sakit: ada yang masih bisa sembuh sehingga wajib mengqada, dan ada yang tidak memungkinkan lagi untuk berpuasa sehingga diwajibkan membayar fidyah. Selain itu, dibahas pula hukum puasa bagi musafir, orang lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, hingga pekerja dengan beban berat.
Sesi penyampaian materi ditutup dengan pembahasan mengenai fidyah dan tata cara pelaksanannya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Panitia memberikan kesempatan kepada tiga penanya yang masing-masing memperoleh door prize.
Bazar
Pilihan makanan yang tersedia cukup beragam. Mulai dari aneka buah potong, mi yamin, bacil, dimsum, sushi, donat, keripik, hingga puding. Stand sudah buka sejak pagi sebelum kajian dimulai dan biasanya masih melayani pembeli hingga beberapa saat setelah acara berakhir
Keberadaan bazar ini tidak hanya menambah semarak kegiatan. Namun juga, menjadi ruang interaksi antarjamaah selepas kajian berlangsung.
Penutup
Belajar sejatinya bukan hanya tugas anak-anak di ruang kelas. Peran sebagai orang tua pun menuntut proses belajar yang berkelanjutan, terlebih dalam mendampingi tumbuh kembang mereka.
Sejumlah lembaga pendidikan kini menghadirkan kajian atau seminar sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan selaras, baik di sekolah maupun di rumah.
Sejumlah lembaga pendidikan kini menghadirkan kajian atau seminar sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan selaras, baik di sekolah maupun di rumah.
Pesantren Persis Tarogong menjadi salah satu yang menghadirkan ruang tersebut melalui kajian rutin setiap Jumat. Mengangkat tema keagamaan, parenting, hingga kesehatan, kegiatan ini terbuka untuk umum dan dapat diikuti oleh masyarakat yang ingin menambah wawasan sekaligus mempererat silaturahim.
Dengan adanya kajian rutin di TK Persis Tarogong, Jumat pagi di lingkungan sekolah tidak hanya menjadi waktu belajar bagi anak-anak. Namun juga, momentum berbagi ilmu bagi sesama orang tua.



Posting Komentar
Posting Komentar