halogarutweb.blogspot.com

Sabda Alam Garut: Perpisahan Sekolah yang Berlanjut Menjadi Liburan Keluarga

Posting Komentar

 
Sabda Alam Garut: Perpisahan Sekolah yang Berlanjut Menjadi Liburan Keluarga
The Extraordinary of TK Persis Tarogong: Harmony and Wonderful. Day 1 Talent Show and Bazar POMG. Day 2 Konsultasi Perkembangan Anak dan Pembagian Rapor. Day 3 Treasure Hunt and Outbond Hypnotherapy.

Saya menatap banner acara perpisahan si bungsu dan langsung menyadari acara tahunan kali ini benar-benar berbeda. Zaman si cikal dulu, acara perpisahan dilaksanakan sangat meriah di aula sekolah. Kini ada tiga acara dan puncaknya diadakan di Taman Air Sabda Alam Garut.

Artikel ini secara khusus akan bercerita tentang kegiatan perpisahan hari ketiga—yang merupakan puncak acara. Pihak sekolah memperbolehkan orang tua mengajak anggota keluarga yang lain. Namun, saya memutuskan untuk tidak mengajak si cikal karena khawatir tidak ada yang mengawasi, mengingat para wali murid pun mempunyai agenda tersendiri.

Akan tetapi, saya terpikirkan sebuah rencana tambahan. Acara perpisahan sekolah tersebut mempunyai peluang untuk menjadi liburan keluarga jika pada hari itu suami sudah pulang dari perantauan, sehingga ia dan si cikal bisa menyusul.

Saat si cikal mengetahui acara perpisahan sekolah si bungsu akan berlangsung di Sabda Alam Garut, ia tampak tertarik. Namun, saya menahan diri bercerita lebih lanjut padanya.

Perpisahan Sekolah yang Menjadi Awal Cerita

Happy graduation TK Persis Tarogong Garut

Kamis pagi di tengah angin liburan yang mulai terasa, hari dipaksakan untuk mulai berjalan sebagaimana masa sekolah masih berlangsung, bahkan lebih pagi. Rundown acara mengintruksikan semua murid dan pendamping harus sudah berada di sekolah pukul 06.30. Namun, saya dan si bungsu baru sampai di tempat nyaris pukul 08.00.

Di pintu masuk, para panitia menyambut dan mengarahkan peserta untuk mengisi daftar hadir, lalu memberikan tiket masuk dan konsumsi. Saya memegang tangan si bungsu sambil membawa tas berisi baju ganti.

Taman Air Sabda Alam sudah penuh. Merupakan suatu keputusan yang tepat acara ini diadakan pada weekdays. Tak terbayang jika harus berdesak-desakkan di tempat favorit tersebut pada akhir pekan.

Setelah mempercayakan si bungsu pada salah satu guru kelasnya, saya bergegas ke Gazebo Cikuray 6 dan 7 yang menjadi basecamp kelas kami. Anak dan wali berpisah untuk mengikuti agenda masing-masing—Treasure Hunt dan Outbond Hypnotherapy.

Gazebo itu kosong karena para orang tua sedang berbaris untuk mengikuti acara pembukaan dan sambutan. Karena kesiangan, saya melewatkan susunan acara tersebut. Dari Gazebo kami yang terletak paling ujung—dekat panggung—saya melihat para peserta bubar dan menuju gazebo masing-masing.

Panita menyarankan kami untuk membawa tumbler dan snack untuk bekal saat hypnotherapy. Setelah perbekalan siap, kami menuju lapang parkir melalui pintu keluar. Di tanah lapang berumput itu, kami berbaris sesuai kelas masing-masing.

Selama hampir dua jam kami melakukan relaksasi dan healing yang dipandu tim ahli. Mereka memimpin di depan, sementara para peserta mengikuti setiap gerakan kecil yang dilakukan berulang-ulang. Selain itu, kami juga dibimbing untuk menenangkan gemuruh hati dan belajar ikhlas dalam mendidik anak.

Di waktu yang bersamaan, anak-anak bersama guru melakukan semacam penjelajahan. Mereka mendapatkan misi untuk melakukan dan menemukan sesuatu. Setelah enam misi selesai, kertas yang menggantung di leher menjadi penuh dengan cap pertanda "mission completed".

Sekitar pukul 10.00, semua telah berada di belakang panggung—anak di sebelah kiri, orang tua di kanan. Secara bergiliran, panitia memanggil peserta per kelas. Di panggung anak dan orang tua bertemu. Sebuah pin disematkan di baju anak dan orang tua mendapatkan hadiah rahasia berupa barcode. Ini adalah reward ceremony sekaligus penutupan acara.

Setelah itu kami kembali ke gazebo untuk makan bersama. Si bungsu agak merajuk, ia tidak mau makan karena ingin segera berenang. Saya membujuknya agar mau makan meski beberapa suap. Selanjutnya merupakan acara bebas. Ada yang renang bersama orang tua, ada pula yang langsung pulang. Ada yang renangnya sebentar, ada pula yang renangnya lama.

Mengenal Sabda Alam Garut

Berapa harga masuk ke Sabda Alam Garut
Jl. Raya Cipanas No.3, Rancabango, Tarogong Kidul. Garut–Jawa Barat 44151
Sabda Alam Garut merupakan satu dari sekian banyak kolam air panas yang berlokasi di area wisata air panas Cipanas Garut. Di Cipanas terdapat banyak pilihan kolam mulai dari harga Rp15.000. Sabda Alam ini termasuk kolam terluas dan terlengkap.

Selain taman air, Sabda Alam juga memiliki fasilitas glamping resto, hotel dan bungalow, serta glamping villas. Beberapa waktu lalu, saya sempat menyambangi seorang kawan lama dari Majalengka di glamping resto Sabda Alam, setelah ia dan keluarga berenang di taman airnya.

Taman Air Sabda Alam menyediakan kolam ombak, slider boom, ember tumpah, kolam busa, waves's river, dan air mancur. Mereka juga memiliki musala nyaman, banyak kamar bilas, kios makanan, loker, gazebo, panggung, dan spot foto.

Kebanyakan wahana di sini mewajibkan pengunjung menggunakan ban. Saya menyewa ban double dengan harga Rp50.000. Struk penyewaan itu tidak boleh basah karena nantinya bisa kita tukarkan dengan cashback Rp20.000 saat pengembalian ban.

Untuk harga tiket masuknya Rp45.000 saat weekdays, sementara pada weekend harganya menjadi Rp60.000 (harga bisa berubah sewaktu-waktu). Dibanding yang lain ini termasuk mahal, tetapi worth it—mengingat fasilitas yang tersedia. Seharian di sana pun, saya tidak sempat menikmati semua wahananya.

Kebersamaan yang Datang Menyusul

Setelah pukul 12.00, para peserta acara perpisahan sekolah berangsur pulang. Pengunjung lain terus berdatangan—kolam tidak lagi didominasi murid, orang tua, dan guru dari sekolah si bungsu. Suasana langsung terasa berubah. Acara perpisahan sekolah usai sudah.

Beruntung, pada hari itu suami sudah berada di Garut, sehingga ia dan si cikal bisa menyusul. Setelah salat zuhur, mereka meluncur. Si cikal amat gembira. Ia langsung mencoba beberapa wahana.

Saat mereka datang, saya pamit untuk Salat Zuhur di musala. Si bungsu enggan keluar dari kolam. Setelah bermain bersama kawan, ia langsung melanjutkan main air bersama keluarga.

Sementara anak-anak bersama ayahnya, saya sejenak menikmati me time—mengambil air wudu, lalu salat tanpa terburu. Ketika berjalan meninggalkan musala, saya tertarik mampir ke sebuah kios makanan. Entah mengapa saya ingin membeli mi cup, padahal sudah ada konsumsi dari sekolah dan bekal yang suami bawa.

Kios itu berderet memanjang dan saya memilih yang terdekat. Harga mi instan cup itu Rp10.000, tetapi belakangan saya tahu dari sesama orang tua murid bahwa ada kios yang menjualnya dengan harga lebih mahal.

Setelah menyantap mi, saya kembali ke gazebo. Suami dan anak-anak sedang istirahat. Mereka bersiap untuk makan bersama. Si bungsu tampak menggigil, jadi saya mengganti pakaiannya dengan yang kering.

Menutup Hari di Kolam Ombak

Tempat liburan keluarga terdekat
Liburan keluarga belum usai. Anak-anak masih belum puas main air. Saya lebih banyak menghabiskan waktu di pinggir kolam ombak—mengawasi si bungsu. Sementara suami dan si cikal sempat menjajal wahana lain.

Kolam ombak memberikan pengalaman bermain air yang berbeda. Arus buatan membuat kita merasakan sensasi gelombang seperti di pantai. Gelombang biasa hingga ekstrem berhasil mengguncang hingga membalikkan ban yang ditumpangi pengunjung. Suasana makin meriah dengan iringan musik jedag-jedug ala DJ.

Arus buatan tersebut berlangsung dalam beberapa menit. Kemudian ada jeda dan permainan pindah ke kolam busa. Setelah itu arus buatan muncul lagi, lalu berganti giliran busa lagi. Demikian seterusnya, sehingga pengunjung kebanyakan berbondong-bondong ke sana kemari.

Berbeda dengan yang lain, si bungsu lebih memilih tetap berada di kolam ombak. Saat gelombang buatan tidak muncul, ia tampak seperti kolam biasa. Si bungsu lebih nyaman berada di sana. Ketika gelombang muncul, ia lebih sering menepi.

Kebalikannya, suami dan si cikal bergegas menuju kolam ombak sambil menyeret ban kala pemandu acara di panggung mengumumkan ombak akan datang lagi. Tadinya saya hanya memantau, tetapi lama-kelamaan, kok, jadi ingin juga ikut terombang-ambing dihantam gelombang.

Sekitar pukul setengah tiga, akhirnya saya menceburkan diri. Begitu ombak menerjang, saya langsung menyesal—mengapa tidak dari tadi main air di kolam ombak. Sesudah saya merasakan dua sesi gelombang, terdengar pengumuman bahwa taman air akan segera tutup.

Saat itu pukul 03.00, semua pengunjung dihimbau untuk segera ke kamar bilas karena Sabda Alam Garut tutup pukul 04.00. For your information, untuk kolam di tempat lain yang memiliki sumber air yang lebih panas, biasanya buka sampai malam.

Penutup

Perpisahan sekolah yang menandai akhir sebuah babak perjalanan itu pun berakhir. Semua yang hadir mengikat kenangannya sendiri-sendiri, sementara kami pulang membawa cerita berbeda yang lebih jauh mengalir. Yang tadinya hanya berencana turut menyukseskan acara sekolah, ternyata kami juga mendapatkan kesempatan untuk kumpul keluarga.

Saya bersyukur rencana kecil yang sempat saya simpan sendiri akhirnya terwujud. Si cikal yang sejak awal penasaran bisa menyusul bersama ayahnya, lalu menikmati setiap wahana dengan penuh semangat. Melihat kedua anak dan suami bermain bersama, membuat saya bisa menikmati waktu tanpa terburu-buru. Namun, pada akhirnya saya pun luluh—tak tahan terus menjadi penonton yang hanya termangu di tepi kolam.

Barangkali memang tidak semua liburan harus direncanakan jauh-jauh hari. Ada kalanya sebuah agenda sederhana justru membuka ruang untuk menciptakan kenangan baru. Bagi kami, Sabda Alam Garut bukan hanya menjadi lokasi perpisahan sekolah si bungsu, tetapi juga menjadi tempat sebuah kebersamaan keluarga menemukan waktunya sendiri.

Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar

```html